Part 4 - Jualan Produk Digital Modal WA dan Instagram Saja

** Simple Digital Product **

Tanpa Ribet, Cukup Modal WA dan Instagram = Income

Mari kita lanjutkan kembali pembahasannya ya..

Pada materi sebelumnya (Bisnis Jasa vs Bisnis Online), saya menyebutkan bahwa jika cashflow Anda terbatas dan ingin segera mendapatkan pemasukan, maka model bisnis yang dapat Anda pilih terbagi menjadi tiga kategori:

  1. Jual Jasa Secara Online
  2. Online Shop (Toko Online)
  3. Simple Digital Product (Produk Digital Sederhana)

Nomor 1 sudah saya jelaskan detail di materi sebelumnya. Nomor 2 ini sudah banyak yang tahu dan sangat umum. Jadi mari kita langsung bahas ke nomor 3: Simple Digital Product.


Untuk bisa menghasilkan dari Simple Digital Product, SYARAT utamanya adalah Anda harus memiliki dua elemen: ILMU dan WAKTU (silakan baca kembali materi tentang Lingkaran Realitas).

ILMU yang saya maksud di sini adalah ilmu dan pengalaman Anda sendiri secara nyata, jangan sampai sekadar menjiplak ilmu orang lain.

Contoh Sederhana:

Katakanlah Anda suka makan donat, lalu Anda belajar membuat donat sendiri di rumah. Mungkin awalnya donat buatan Anda keras, kurang mengembang, dan mengalami berbagai kegagalan lainnya. Namun setelah uji coba sekian lama—bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan—akhirnya Anda menemukan formulasi yang pas dan berhasil membuat donat yang lembut dan lezat.

Nah, PENGALAMAN trial & error Anda inilah yang menjadi ILMU yang saya maksud.

Tahap selanjutnya, Anda meluangkan WAKTU untuk menyusun urutan pekerjaan, menulis resep, hingga merekam video cara membuat donat versi Anda.

Jadi, dari ilmu dan pengalaman Anda di atas, bisa dikemas menjadi sebuah produk digital sederhana dengan nama:
“Kursus Online Membuat Donat Empuk, Lezat, dan Lembut dari Dapur Sendiri.”


"Masak sih cuma jualan kursus online membuat donat? Kan materinya banyak di YouTube gratis? Masak saya jual?"
Mungkin keraguan ini muncul di benak Anda… Boleh-boleh saja dan sah saja berpikiran begitu.

Jika Anda mau membagikan ILMU membuat donat secara gratis (misalnya di YouTube), ya silakan saja. Nanti kalau channel Anda ramai penonton, Anda bisa mendapatkan penghasilan dari jalan yg lain.

Atau kalau niatnya mau sharing beramal agar mendapat pahala, ya sangat bagus dan berkah.

Namun karena kondisi di awal tadi adalah Anda membutuhkan CASHFLOW yang Cepat, maka berjualan produk digital ini juga sama sekali tidak ada salahnya. HALAL dan BERKAH. Karena jualannya tidak memaksa orang untuk beli, dan konten yang Anda berikan memang terbukti bagus serta bermanfaat.

Karena yang Anda berikan adalah petunjuk dan CARA membuat donat yang sudah pasti empuk dan lezat, disertai video step-by-step, plus bimbingan dan konsultasi (misalnya via WA).

Pembeli kursus online Anda tidak perlu menghabiskan waktu mencoba berbagai resep gratis di internet yang belum tentu berhasil. Bisa jadi mereka perlu uji coba puluhan video tutorial hingga berhasil membuat donat yang empuk. Sudah empuk, eh ternyata rasanya kurang lezat.. sangat mungkin terjadi kan? 🙂

Nah, dengan membeli kursus online Anda, mereka pada hakikatnya membeli shortcut (jalan pintas) berupa panduan lengkap dan support langsung dari Anda yang sudah berpengalaman. Kalau ada kesulitan praktik, bisa tanya langsung ke pemateri. Ini akan sangat mempermudah peserta.


SYARAT PENTING

SYARAT utama untuk membuat simple digital product adalah ILMU-nya merupakan hasil pengalaman, uji coba, atau praktik Anda sendiri.

Contoh lain: Misalnya Anda memiliki ilmu Bahasa Arab, kemudian Anda membuat Kursus Online Bahasa Arab Dasar untuk Pemula. Nah, Anda WAJIB menambahkan "sentuhan" tangan Anda sendiri di luar ilmu tata bahasa teoritis yang ada di bangku pesantren atau buku pelajaran.

Misalnya, Anda menyiapkan Worksheet (lembar kerja) interaktif atau metode jembatan keledai yang mempermudah target konsumen Anda ketika mempraktikkan materi bahasa tersebut.

PRODUK DIGITAL Anda tentu harus memiliki VALUE (Nilai Tambah) tersendiri. Nah, nilai lebih ini silakan digali dari pengalaman Anda sendiri sebelum produk diluncurkan untuk dijual.

Syarat KEDUA adalah Anda mau meluangkan WAKTU untuk memberikan support ke pembeli produk digital Anda. Tantangan terbesar dari sebuah produk digital adalah SUPPORT-nya.. seperti menjawab pertanyaan, membalas WA, melayani konsultasi, dan sebagainya.

Jangan sampai karena Anda sudah menerima uang pendaftaran di depan, eh pesertanya malah ditinggal begitu saja.. ditanya tidak dijawab, WA tidak dibalas, support tidak ada. Ini banyak terjadi di luar sana, jangan sampai member SantriDigitalPro ada yang seperti ini ya. Jaga amanah dengan baik.


MODAL WA DAN INSTAGRAM SAJA BISA JADI PRODUK DIGITAL

Oke.. Katakanlah Anda sudah tahu mau membuat produk digital apa.. Kita lanjutkan contoh di atas ya:

“Kursus Online Membuat Donat Empuk, Lembut dan Lezat!”

Gimana cara mengubahnya menjadi produk digital yang siap jual? Awalnya mungkin akan terlihat RIBET sekali di kepala Anda. Anda membayangkan harus membuat sistem membership, integrasi payment gateway, cara memproteksi video, pusing membuat landing page, dan hal-hal teknis lainnya yang mungkin Anda belum paham. Akhirnya karena terlalu ribet, produk digitalnya malah tidak jadi-jadi. Hehe.

Kalau Anda sudah jago teknis, ya boleh saja pakai sistem canggih. Tapi kalau belum jago teknis.. mari kita mulai dari yang simpel saja.

Solusi paling mudah adalah gunakan platform yang sudah kita ketahui dan pakai sehari-hari:

WA dan Instagram. Ya, cukup pakai WA dan Instagram saja.. Anda bisa membuat kursus online yang berpotensi menghasilkan jutaan rupiah.

Serius? Iya serius. Begini urutan kerjanya:

  1. Siapkan akun WhatsApp Anda (pasti sudah ada).
  2. Buat Group WA Baru: Beri nama misalnya GRUP KURSUS DONAT EMPUK Angkatan 1.
  3. Buat Akun Instagram baru khusus kelas. Beri nama misalnya: KURSUS_DONAT_EMPUK_IBUMAYA (Boleh pakai nama Anda atau nama brand kelas Anda).
  4. PENTING: Set akun Instagram tersebut menjadi PRIVAT (Private Account). Artinya, hanya orang yang Anda setujui (approve) yang bisa melihat isi konten di Instagram tersebut.
  5. Upload materi video membuat donat empuk ke akun Instagram tersebut (bisa di Feed, Reels, atau IGTV). Jika video kepanjangan, bisa dipecah-pecah menjadi beberapa bagian yang mudah ditonton.

SELESAI 🙂 Anda tinggal berjualan di media sosial Anda sendiri atau menggunakan ilmu copywriting untuk promosi.

(Catatan: Kalau Anda merasa kesulitan merangkai kata-kata promosi atau ingin ide postingan yang teroptimasi di berbagai platform medsos secara instan, Anda bisa memanfaatkan GPT UtasPRO. Alat ini bisa membantu Anda menyulap satu ide menjadi konten promosi untuk WA, IG, dan platform lainnya!)

Misalnya Anda memposting status promosi seperti ini:

“Yang mau bisa buat donat sendiri di rumah: empuk, lezat, dan lembut untuk camilan Ananda tercinta, bisa ikutan nih kursus online dari Ibu Maya.. Biayanya hanya Rp 99.000 saja, sudah plus support dan konsultasi. Dijamin langsung bisa, Bunda.. Minat daftar? WA ya ke 0812-3456-7890.”

Nah, katakanlah ada beberapa orang yang berminat dan menghubungi WA Anda. Langsung saja berikan nomor rekening Anda. Setelah konsumen mentransfer biaya pendaftaran, masukkan nomor mereka ke dalam GRUP WA Angkatan 1 yang sudah Anda siapkan.

Selanjutnya, buat kalimat sambutan pembuka, aturan kelas, dan tata cara akses materi di dalam grup WA tersebut. Sangat mudah, Anda tinggal mengirimkan teks seperti ini:

Untuk mengakses materi video,
Silakan tulis nama akun Instagram Anda di grup ini,
Lalu FOLLOW akun Instagram:
@KURSUS_DONAT_EMPUK_IBUMAYA
Peserta yang sudah terdaftar akan kami APPROVE untuk bisa melihat materi.

Kalau nama akun yang di-follow sesuai dengan nama peserta di grup, tinggal Anda "Approve" di Instagram. Maka peserta sudah bisa menikmati materi belajarnya. Selesai! Mudah, simpel, dan tidak ribet kan? 🙂 Selanjutnya Anda tinggal fokus memberikan support dan sesi tanya jawab di grup WA.

Penting juga untuk membatasi jumlah peserta per angkatan di grup WA (misalnya maksimal 25 orang per grup). Jika sudah penuh, buat lagi grup WA untuk Angkatan ke-2. Tujuannya agar diskusi tidak terlalu ramai/tumpang tindih, dan Anda lebih mudah memantau perkembangan peserta.


BERAPA HARGA JUAL PRODUK DIGITAL?

Ini pertanyaan klasik. Sebenarnya kembali ke sejauh mana *value* atau ilmu yang Anda berikan. Tapi sebagai patokan gampangnya adalah: cari tahu harga kelas offlinenya.

Misal kursus membuat donat di atas, kalau di kota Anda kelas praktiknya secara offline berbiaya Rp 750.000, maka secara umum harga produk digital (kursus online) adalah sekitar 10 - 25 persen dari harga kelas offline. Kecuali jika ilmu yang Anda ajarkan benar-benar langka dan spesifik. Semakin spesifik solusinya, biasanya semakin mahal harganya.

Di bisnis Digital Product, yang kita kejar adalah Volume (kuantitas penjualan).
Misalnya kursus donat tadi dijual murah hanya Rp 99.000 saja:

💡 Jika ada 100 orang yang ikut x Rp 99.000,
Anda sudah mendapatkan Rp 9.900.000!

Tinggal dimainkan strategi harganya.. misalnya nanti batch berikutnya naik menjadi Rp 129.000 atau Rp 159.000. TOH video materinya sudah selesai Anda rekam sekali di awal. Anda kan tidak perlu capek membuat materi video berulang kali. Paling hanya perlu memberikan update materi kecil-kecilan dan terus menjaga kualitas *support* Anda. 🙂

Bisa? Insya Allah Bisa.


APA SAJA YANG BISA JADIKAN IDE PRODUK DIGITAL?

Sebenarnya ada banyak sekali.. tinggal kita pintar-pintarnya menggali potensi diri sendiri.
Tanyakan pada diri Anda: Saya punya ILMU apa? Punya PENGALAMAN di bidang apa? Apa VALUE atau solusi dari ilmu yang saya miliki?

Saya tahu ada orang yang jualan produk digital berupa KURSUS ONLINE TAJWID AL-QUR'AN:
"Cara Membaca Al-Qur'an dengan Tartil dan Benar dari Rumah". Yang luar biasa, pesertanya sampai ribuan orang! :)

Apalagi saat pandemi, malah semakin membludak pesertanya karena sang pemateri menambahkan bonus materi: “Cara Mengajarkan Tajwid Dasar ke Anak-Anak di Rumah”.

Saya pribadi sampai sekarang masih rutin membuat simple digital product seperti ini. Memang terlihat simpel dan mungkin dianggap "receh".. tapi kalau yang beli banyak, hasilnya masya Allah. Disyukuri saja dan teruslah menebar manfaat.

Kalau Anda sudah berhasil me-launching satu produk digital, langkah selanjutnya adalah DUPLIKASI.

Cari ide produk digital lainnya. Bisa digali dari diri Anda sendiri, atau Anda juga bisa bekerja sama (kolaborasi) dengan orang lain yang memiliki ILMU/keahlian tertentu, sedangkan Anda yang mengurus pemasarannya.

Semoga Anda bisa menangkap maksud dan peluang dari materi ini ya.

Ada pertanyaan? Silakan drop di grup diskusi atau kirim pesan ke admin...

Bersambung ke materi selanjutnya....